Tampilkan postingan dengan label Fungi selulolitik sbg bioaktivator..... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fungi selulolitik sbg bioaktivator..... Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2019

Sinergisme Fungi Selulolitik Berbasis Limbah Jagung Sebagai Bioaktivator Pakan Berserat Diterima Disetujui Diterbitkan Abstrak: Synergisme of Corn-Based Cellulolytic Fungi as Fiber Feed Bioactivators





Fahri Husaini Nasution1), Yunilas1*), Tri Hesti Wahyuni1)
1)Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara Jl. Prof. Dr. A. Sofyan No. 3 Kampus USU Medan 20155yunilas11@yahoo.co.id

: 03 Februari 2019 : 25 Agustus 2019 : 31 Agustus 2019

page1image9616
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah menguji kemampuan sinergisme fungi selulolitik asal limbah jagung untuk dikonsorsiumkan sebagai bioaktivator pakan berserat. Isolate fungi selulolitik yang dikonsorsiumkan merupakan hasil isolasi dari limbah tanaman jagung yaitu isolate JB (Aspergillus sp.), JC (Fusarium sp.), JD (Aspergillus sp), JE (Rizoctonia sp.). Parameter yang diamati adalah sinergisme fungi selulolitik yang dikonsorsiumkan pada medium padat, pola interaksi antara fungi yang dikonsorsiumkan pada medium padat dan sinergisme fungi selulolitik yang dikonsorsiumkan pada medium cair (cocktail inokulum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari konsorsium isolate fungi selulolitik diperoleh 5 pasangan isolat fungi selulolitik yang dapat bersinergi dan 1 pasangan tidak dapat bersinergi. Pola pertumbuhan yang terbentuk bersifat Mutual Intermingling (pasangan isolate JB vs JC dan JB vs JD), Partial Intermingling (pasangan isolate JB vs JE; JC vs JD; dan JD vs JE); dan Inhibition at touching point (pasangan isolate JC vs JE). Sinergisme fungi selulolitik yang dikonsorsiumkan pada medium cair (cocktail inokulum) menunjukkan tingkat pertumbuhan yang berfluktuatif seiring bertambahnya waktu fermentasi. Kesimpulan: dari 5 pasangan isolat fungi selulolitik yang dikonsorsiumkan diperoleh 1 pasang isolate yang tidak dapat bersinergis, dan sinegisme antara fungi membentuk pola interaksi yang bervariatif. Pertumbuhan fungi selulolitik pada medium cair berfluktuatif dan menunjukkan tingkat pertumbuhan optimum pada hari ke-3.
Kata Kunci: fungi selulolitik, limbah jagung, sinergisme

Abstract: The purpose of this study was to test the synergistic ability of cellulolytic fungi originating from corn waste to be sponsored as fibrous feed bioactivators. The cellulolytic fungi isolated were the result of isolation from corn waste, namely JB (Aspergillus sp.), JC (Fusarium sp.), JD (Aspergillus sp), JE (Rhizoctonia sp.) Isolates. The parameters observed were the synergism of the cellulolytic fungi that were sponsored on solid medium, the interaction pattern between the fungi that were consorted on solid medium and the synergism of the cellulolytic fungi which were consorted in the cocktail inoculum. The results showed that from a consortium of cellulolytic fungi isolates 5 pairs of cellulolytic fungi isolates that could synergize and 1 pair could not work together. The growth patterns formed are Mutual Intermingling (pairs of JB vs JC and JB vs JD isolates), Partial Intermingling (pairs of JB vs JE isolates; JC vs JD; and JD vs. JE); and Inhibition on touching points (pairs isolates JC vs JE). The synergism of the cellulolytic fungus, which was contorted in the cocktail inoculum, showed fluctuating growth rates with increasing fermentation time. Conclusion: from 5 pairs of consolatory cellulolytic fungi isolates obtained 1 pair of isolates who could not synergize, and synergy between fungi formed a pattern of varied interactions. The growth of cellulolytic fungi on liquid medium fluctuated and showed the optimum growth rate on day 3.: synergism, cellulolytic fungi, waste corn.
Keywords: cellulolytic fungi, corn waste, synergism.